Pengelola Rumah Sakit Universitas Andalas (Unand) Padang
mengupayakan menghapus stigma pasien yang takut untuk pasien berobat di rumah sakit
pendidikan. Hal itu diutarakan oleh Direktur Utama Rumah Sakit Unand Dr Yevri
Zulfiqar di Padang, Selasa (23/10).
"Selama ini anggapan yang beredar di masyarakat
kalau rumah sakit pendidikan akan dijadikan objek percobaan, padahal itu tidak
benar sama sekali," ujarnya.
Upaya yang dilakukan untuk menghapus stigma itu caranya
Rumah Sakit Unand tidak lagi sebagai rumah sakit pendidikan. Istilah tersebut
rupanya dicabut.
Ia mengatakan rumah sakit akademik sebetulnya lebih maju
ketimbang rumah sakit bukan pendidikan. Karena menurutnya, dari rumah sakit pendidikan
itulah asalnya perkembangan ilmu kedokteran.
"Jadi secara pengetahuan juga jauh lebih mutakhir
karena terus melakukan proses penelitian dan pembelajaran," katanya.
Ia menambahkan bahkan rumah sakit pendidikan di luar
negeri, justru lebih lengkap dan mewah. Itu karena rumah sakit pendidikan
memang telah melahirkan banyak dokter dan tenaga medis yang profesional dan
berkompeten.
"Tidak hanya itu setiap pasien yang berobat
dipastikan ditangani secara profesional ditunjang dengan peralatan terkini,"
jelasnya.
sumber : akurat.co







0 komentar:
Posting Komentar