| sumber: Google |
Panglima mendapatkan penjelasan dari Kepala Basarnas M Syaugi, terkait titik terang adanya dugaan kuat keberadaan bagian dari fuselage (badan pesawat) JT610.
"Itu sudah ditentukan koordinatnya. Namun, belum
diyakinkan bahwa itu adalah bagian dari fuselage JT610," kata Panglima.
Untuk itu Panglima menekankan, KRI Rigel untuk fokus pada
satu titik yang diyakini tersebut, bahwa yang di dasar laut tersebut adalah
badan pesawat milik JT610 dan diduga masih ada korban juga yang berada di sana.
"Jadi kemungkinan, itu diduga kuat adalah tempat
fuselage yang kita cari. Karena kemungkinan besar korban masih ada di
situ," tega Hadi.
Terkait lokasi yang diyakini oleh Tim SAR tersebut berada
tidak jauh dari titik hilangnya kontak pesawat JT610 atau tidak, Panglima
menegaskan yang berhak mengatakan adalah Basarnas.
"Itu nanti. Nanti secara resmi Kabasarnas akan
menyampaikan kalau sudah yakin. Untuk itu saya akan ke sana dengan Kabasarnas
dan Pangarmada 1 unthk meyakinkan dan seluruh potensi SAR," pungkasnya.
Sementara seperti diberitakan sebelumnya, pesawat LionAir yang terjatuh memiliki nomor penerbangan JT610 tujuan Jakarta-Pingkal
Pinang. Pesawat mulai kehilangan kontak sekitar pukul 06.33 WIB, Senin (29/10).
Pesawat nahas tersebut membawa penumpang 181 orang, serta
8 kru pesawat, dan Basarnas memprediksikan tak ada korban yang selamat.
sumber: akurat.co






0 komentar:
Posting Komentar