follow me..


   

Senin, 10 September 2018

Hadapi Pelemahan Rupiah; BI Mempunyai Jurus Jitu



Karena indonesia sedang mengalami krisis Nilai tukar Rupiah Bank Indonesia sebagai bank sentral telah mengintervensi dalam beberapa kesempatan melalui pembelian surat utang dan penjualan valuta asing untuk menjaga rupiah di level aman. Namun sampai saat ini  rupiah tetap saja menurun. Pada selasa  4 september 2018, rupiah berada pada kisaran hampir  Rp 15.000 per dolar.
Dilihat pertahunan, depresiasi rupiah sampai saat ini sebesar 10,2 persen berdasarkan data pasar spot Bloomberg. Per Rabu, (5/9) nilai tukar rupiah sebesar Rp 14.938 per dollar AS. Sementara di awal tahun, rupiah bertengger pada posisi Rp 13.126 per dollar AS.
Dalam situasi ini, sudah menjadi tugas utama bagi Bank Indonesia (BI) selaku bank sentral dalam menjaga stabilitas moneter yakni nilai tukar rupiah. Untuk itu, BI tentu punya beberapa jurus dalam upaya mengendalikan stabilitas nilai tukar rupiah.
Kepala Kajian Makro LPEM Universitas Indonesia Febrio Kacaribu menjelaskan  ada tiga jurus jitu BI dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah selama ini. Jurus pertama yakni dengan melakukan intervensi khusunya di pasar forex.

"Bank sentral punya 3 jurus, yang paling gampang nih jurus pertama dan kedua, itu tadi  intervensi di pasar forex, supaya pelemahannya tidak terlalu tajam. Kalau orang lagi banyak mau beli dolar dia supply," ujarnya di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Jurus kedua, kata Febrio, yakni membiarkan pelemahan rupiah terjadi. Jurus ini akan menjadi pilihan BI ketika dolar  menguat terlalu tajam dan agar cadangan devisa yang keluar tidak terlalu banyak.
"Jurus kedua biarin. Jadi kalau emang terlalu tajam penguatannya dan cadevnya dia ga mau terlalu banyak habis ya biarin aja," ucapnya.
Dan jurus ketiga yakni swap market yang menyangkut forex jangka pendek. Jurus ini digunakan ketika ditengah pelemahan rupiah eksportir yang membutuhkan rupiah enggan menjual dolarnya. Sehingga BI menawarkan penjualan dolar dalam jangka pendek.
"Misal kamu eksportir, punya uang dolar USD1 juta, tapi suasana lagi ga enak, lagi ga nyaman biasanya kamu akan menggaji karyawan, membayar suplier pasti dalam rupiah kan. Kamu butuh rupiah tapi ga mau jual dolar, nah akhirnya susah toh dolarnya ga mau kamu jual tapi kamu butuh rupiah. Nah BI menawarkan swap. Swap jangka pendek karna kamu butuh rupiah sekarang ya udah sini dolar kamu saya beli. Nanti kamu bisa beli lagi dengan harga tertentu. Itu mengurangi ketidakpastian dalam jangka pendek," jelasnya.
Febrio melanjutkan, tiga jurus ini yang paling sering digunakan bank sentral. Dalam hal ini yang dilakukan BI seharusnya bukan memperkuat rupiah tetapi membuat rupiah agar tidak melemah terlalu jauh.
"Kalau badainya lagi besar kayak gini tujuannya bukan membuat rupiah menguat tapi membuat rupiah supaya tidak melemah terlalu jauh karena badainya lagi besar. Jadi yang kita usahakan bukan melawan badainya tapi ikuti arah angin. Jangan dilawan. Ini yang dilakukan BI itu menjaga supaya fluktuasinya jangan terlalu jauh. Rupiah  bisa melemah tapi fluktuasinya ga besar," pungkasnya.


sumber; akurat.co

0 komentar:

Posting Komentar