![]() |
| Google.com |
Menumpuknya pembangunan perumahan, tujuh dari sembilan sumber air di Dusun Wates,
Kecamatan Ngalian, Semarang, mati. Ketua perhimpunan petani Tok Songo, Son
Haji, mengatakan dampak kehilangan mata air sudah dirasakan warga.
Dia khawatir
jika terus menerus terjadi pembangunan perumahan, semua mata air hilang.
"Sebenarnya,
adanya sumber mata air saat ini sudah cukup menghidupi persawahan di daerah
Wates. Namun yang kita khawatirkan jika sumber mata air itu mati, bagaimana
dengan nasib kita para petani?," keluh Son Haji, Kamis (18/7/2019).
Dusun Wates
dulu lumbung padi di Kecamatan Ngalian, 99 persen warganya petani kala itu.
Nama Tok Songo juga diambil dari sejarah desa. Tetapi sekarang jumlah petani
menurun karena generasi muda tak mau meneruskannya. Jika dihitung, hanya ada
sekitar lima anak muda yang tertarik menjadi petani.
"Dari
anggota petani Tok Songo yang berjumlah sekitar 70 orang, anak-anak muda yang
ikut bisa dihitung jari," katanya.Menurutnya
anak-anak muda sekarang lebih memilih kerja di pabrik daripada menjadi petani.
Mereka merasa penghasilan kerja di pabrik lebih besar.







0 komentar:
Posting Komentar