![]() |
| Google.com |
Banjir akibat luapan Sungai Latitik sejak Kamis (17/10/2019) sekitar pukul 02.00 WIB meluas dan merendam sejumlah gampong (desa) di Kecamatan Simeulue Tengah, Kabupaten Simeulue, Aceh.
Setidaknya tujuh gampong yang terkena dampak ratusan unit rumah serta infrastruktur umum lainnya terendam banjir."Luapan air berasal dari sungai Latitik yang meluap karena disebabkan hujan deras yang melanda sejak Rabu malam," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Simeulue Ali Hasmi.
Ali mengatakan awalnya banjir hanya merendam pemukiman di Gampong Latitik. Selanjutnya banjir meluas hingga ke gampong lainnya, seperti Gampong Lamayang, Lakubang, Sebbe, Luan Sorip, Wel Wel, dan Lauree.
Warga yang terkena dampak banjir terpaksa harus diungsikan menggunakan perahu milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat ke tempat yang lebih aman. "Ketinggian air mulai dari 20 hingga 150 sentimeter," ujar Ali.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Simeulue tercatat, hingga malam tadi ada sekitar 104 unit rumah atau 410 jiwa terkena dampak banjir.
Adapun rinciannya, yakni di Gampong Latitik sebanyak 41 unit rumah dengan 171 jiwa dan juga merendam 1 unit puskesmas pembantu, 1 unit kantor desa, masjid, posyandu, dan gedung balai pertemuan masyarakat.
Sementara di Gampong Lamayang 20 unit rumah atau 65 jiwa, Gampong Lakubang 17 unit rumah atau 55 jiwa, Gampong Sebbe 1 unit rumah atau 9 jiwa, Gampong Luan Sorip 13 unit rumah atau 60 jiwa, Gampong Wel Wel 12 unit rumah atau 50 jiwa.
Sedangkan di Gampong Lauree banjir menerjang 1 unit jembatan yg menghubungi akses transportasi dari Gampong Lauree ke ibu kota kecamatan Simeulue Tengah."Jembatanya mengalami rusak berat dan perlu perbaikan segera," ungkap Ali.
Hingga kini, belum ada laporan dari kecamatan lain di Kabupaten Simeulue mengenai banjir yang melanda. "Kondisi saat ini air sudah surut," kata Ali.
Sumber: Akurat.co







0 komentar:
Posting Komentar