Fuad Ginting menyebut kejadian penikaman
terhadap Menkopolhukam jangan memicu ketakutan berlebihan di masyarakat.
"Meskipun
juga tidak boleh menyepelekannya," kata Fuad, Kamis
(10/10/2019) malam.
Akademisi Universitas Medan Area (UMA) Medaan ini juga mengatakan, ekses dari peristiwa mengejutkan itu sebaiknya disikapi dengan
mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.
"Sehingga
dapat mengetahui sedini mungkin kejanggalan-kejanggalan yang terjadi di
lingkungan mereka dan secepatnya berkordinasi dengan pihak berwenang
setempat," imbuh Fuad.
Sebelumnya, beliau juga mengatakan, kejadian di Pandeglang itu menjadi
peringatan keras. Agar setiap elemen terutama pemerintah hingga tingkat
terendah bersama satuan perangkatnya lebih rajin mengidentifikasi warga baru
dan mengaktifkan sistem keamanan lingkungan.
Karena
menurut Fuad, terlepas dari apa latar belakang ideologi pelaku penyerangan
terhadap Wiranto, serangan tersebut dilakukan kepada simbol negara. "Dan
itu tidak dapat ditolerir dengan perlakuan yang sama dengan aksi terorisme
lainnya," paparnya.
Dia menilai,
jika Menkopolhukam bisa diserang dengan jarak begitu dekat, ada kemungkinan
besar ini akan dicoba pada simbol negara lainnya di waktu yang akan datang."Ini
berbahaya bagi keamanan negara," tukasnya.
"Meski
BIN menyangkal telah kecolongan dan menyalahkan pengawalan, saya kira tetap yg
paling disorot adalah kemampuan intelijen kita. Bagaimanapun pencegahan
terhadap aksi-aksi seperti ini adalah tugas mereka," pungkas Fuad.
Sementara itu, Fuad aSepertinya mengkritik kinerja BIN yang menurut dia menunjukkan sisi lemahnya intelijen yang harusnya dilakukan secara ekstra.
sumber: akurat.co







0 komentar:
Posting Komentar