| Sumber: Google.com |
Twitter akan melarang iklan politik di platformnya mulai bulan depan. Hal tersebut dilakukan guna mencegah informasi yang salah dari para politisi dalam layanannya.
Langkah yang dilakukan oleh jejaring sosial itu pun mendapatkan pujian dari Demokrat, namun dicemooh oleh kampanye kepresidenan Donald Trump. "Kami telah membuat keputusan untuk menghentikan semua iklan politik di Twitter secara global," kata CEO Twitter Jack Dorsey, dikutip dari Reuters, Kamis (31/10/2019).
Larangan tersebut dilaporkan akan mulai berlaku pada 22 November 2019. Perusahaan media sosial memang tengah menghadapi tekanan besar untuk menghentikan iklan yang menyebarkan misinformasi karena dapat mengganggu pemilihan
Bill Russo, wakil direktur komunikasi untuk kampanye mantan Wakil Presiden Joe Biden mengatakan pihaknya menghargai langkah Twitter untuk mengakui tidak seharusnya ada iklan politik dengan informasi yang tidak dapat dibuktikan.
Sangat disayangkan ketika satu-satunya pilihan bagi perusahaan media sosial adalah menarik iklan politik sepenuhnya karena mengurangi salah satu pendapatannya."Ketika dihadapkan dengan pilihan antara dolar iklan dan integritas demokrasi, itu menegaskan sekali lagi, pendapatan tidak menang," ungkapnya.
Brad Parscale, yang menjalankan kampanye pemilihan ulang Trump, berpandangan bahwa langkah Twitter untuk tidak lagi memperbolehkan iklan politik merupakan keputusan yang sangat bodoh.






0 komentar:
Posting Komentar