| Google.com |
Beberapa
tahun lalu, sempat ramai kabar seorang perempuan asal California, Amerika
Serikat, Elena Davoyan, menggugat salah satu toko kosmetik. Dia didiagnosis
terkena Herpes oral setelah kunjungannya ke toko tersebut dan memakai lipstick
tester pada 2017 silam.
Melansir laman The Conversation, dosen Ilmu Biomedis di Aston University, Amreen
Bashir, menjelaskan, virus Herpes bisa menimbulkan lepuhan pada bibir sekitar
mulut. Kondisi ini bisa bertahan hingga 10 hari.
Make up,
termasuk Lipstik yang menyentuh area ini bisa menjadi media penularan virus
pada orang lain dengan cepat.
“Beruntung,
virus penyebab Herpes itu rapuh dan biasanya hanya bisa bertahan di luar tubuh
selama 10 detik. Tetapi, itu bisa bertahan lebih lama di kondisi lingkungan
hangat dan lembap seperti pada keringat. Itu juga bisa bertahan sekitar 1—2 jam
di plastik atau air. Jadi, ada banyak cara virus bisa menyebar,” jelas Bashir.
Tapi perlu
kamu ketahui, Lipstik bukan satu-satunya media yang bisa menularkan Herpes.
Penyakit ini
juga bisa menular akibat kontak kulit dengan kulit, misalnya berciuman. Selain
itu, karena termasuk salah satu penyakit menular Seksual, Herpes juga bisa
menular lewat hubungan Seks.
Bahkan
menurut Bashir, Herpes juga bisa menular dari orang yang terinfeksi lewat
handuk, cangkir dan alat makan yang digunakan bersama-sama.
Kasus
menularnya Herpes ini menjadi peringatan untuk semua orang. Bashir mengatakan,
make up selain Lipstik pun berpotensi menularkan Herpes, seperti Maskara dan
eteliner.
Studi
menunjukkan, sebanyak 43 persen Eyeliner dan Maskara tester terkontaminasi
bakteri atau virus. Saat digunakan, dapat menimbulkan gejala infeksi seperti
mata berubah warna menjadi merah muda, kemerahan, bahkan lebih parah adalah
kebutaan.
“Semua cerita
menakutkan ini memberikan pesan, jauhkan diri dari berbagi produk make up
dengan teman apalagi di toko kosmetik. Anda tak tahu infeksi apa yang
kemungkinan dibawa orang-orang di kulit mereka,” katanya.
Sumber:akurat.co






0 komentar:
Posting Komentar