| Google.com |
Empat orang
oknum polisi terduga pelaku penabrakan seorang mahasiswa dari Universitas
Bosowa Kota Makassar, Dicky Wahyudi saat aksi unjuk rasa di Jalan Urip
Simoharjo, Jumat 27 September 2019 lalu, diwarnai kericuhan.
Keempat
oknum polisi tersebut diperiksa oleh Propam Polda Sulsel. Mereka pun akan
langsung diproses apabila terbukti lalai dalam menjalankan tugas saat
mengamankan aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh ribuan mahasiswa terkait
penolakan disahkannya RKUHP dan revisi undang-undang KPK.
"Sudah
kita periksa empat, dan driver utamanya sudah kita amankan di Propam,"
kata Kepala Bidang Propam Polda Sulsel Komisaris Besar Polisi Hotman C Sirait
di Makassar, Selasa (1/10/2019).
Hotman
menerangkan dari hasil pemeriksaan terhadap keempat oknum polisi yang mengawaki
kendaran taktis tersebut, katanya, mereka menabrak Dicky Wahyudi setelah
dilempari bom molotov. Sehingga, jarak pandang mereka terhalangi oleh ketebalan
asap saat hendak membubarkan massa aksi.
"Ada
lemparan balik dari bom asap tersebut sehingga menghalangi jarak pandang dia.
Tiba-tiba ada benturan sehingga dia mengerem disitu, ternyata si korban itu
Dicky," terangnya.
"Nanti
kita lihat siapa yang lalai disitu, apakah drivernya atau yang memberikan
perintah jalan ke depan atau situasinya seperti apa yang membuat dia terkejut
seperti itu misalnya," Hotman menambahkan.
Ia pun
menyebut bahwa mobil taktis yang menabrak Dicky Wahyudi ketika itu bukanlah
jenis baraccuda, melainkan taktis tambora milik Dit Sabhara Polda Sulsel.
"Bukan
baraccuda. Kalau baraccuda fatal sekali," jelasnya.
Akibat
tabrakan tersebut, Dicky langsung dibawa ke Rumah Sakit Ibnu Sina untuk
mendapat pertolongan medis. Ia pun sempat berada di Kamar operasi saat kritis.
Kepala
Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Inspektur Jendral Polisi Mas Guntur Laupe
menuturkan saat bentrokan terjadi petugas berusaha melakukan pembubaran dengan
menembakkan gas air mata ke arah massa. Selain itu, aparat pun juga mengerahkan
mobil taktis untuk mendesak pengunjuk rasa agar segera mundur.
Namun salah
satu massa aksi yang tak sempat menyelamatkan diri tertabrak mobil polisi
tersebut.
"Tidak
digilas, ditabrak aja. Sedikit luka di dada muda-mudahan itu segera disembuhan
karena sekarang masih dalam perewatan. Kelihatannya dikolom tapi sebenarnya tidak,"
tutupnya.
Sumber: Akurat.co






0 komentar:
Posting Komentar