follow me..


   

Selasa, 09 April 2019

Antisipasi Kecurangan, HMI Luncurkan I-Pantau Untuk Tanggal 17 April 2019

Sumber: Google.com

HMI (Himpunan Mahasiswa Islam)  akan meluncurkan aplikasi I-Pantau
Yang dipersiapkan untuk memudahkan relawan HMI  agar bisa memantau kegiatan pemilihan umum yang akan diselenggarakan  pada 17 April 2019.

"Dengan adanya aplikasi ini diharapkan bisa menjadi komponen bagi relawan kami dalam melakukan pemantauan di TPS pada saat pemilu," ujar Ketua Bidang Politik dan Pemerintahan HMI Abdul Aziz dalam peluncuran aplikasi I-Pantau, Senin (8/4) di Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jakarta.

Aziz mengungkapkan,  saat ini terdapat sekitar 3.000 anggota HMI yang menjadi relawan pemantau Pemilu pada 17 April 2019. berasal dari 255 cabang HMI di seluruh Indonesia yang akan ditempatkan di berebagai tempat pemungutan suara (TPS) di 34 provinsi.

Menurut aziz ,Relawan tersebut akan melaporkan temuannya melalui I-Pantau yang kemudian akan dikelola oleh relawan pemantau nasional HMI untuk selanjutnya dijadikan sebagai laporan temuan pelanggaran pada Pemilu 2019

Aziz mengatakan, bahwa proses pemantauan yang dilakukan oleh relawan HMI  akan dibagi menjadi dua fase, yakni ketika persiapan pencoblosan dan pemungutan suara. Namun hal tersebut tidak dilakukan ketika penghitungan suara.

"Proses penghitungan suara itu bisa sampai dinihari, kami juga mempertimbangkan keterbatasan energi yang dimiliki para relawan di lapangan," tegas aziz.
Ada sekitar 30 instrumen yang menjadi aspek penilaian di aplikasi I-Pantau.
Seperti ketepatan waktu pembukaan TPS, kemudahan masyarakat menjangkau tempat ibadah, ramah tidaknya TPS pada pemilih difabel, hingga ada atau tidaknya politik uang saat proses pemilihan di jalankan.

"Instrumen itu dasarnya dari PKPU (Peraturan Komisi Pemilihan Umum) dan UU Kepemiluan yang ada. Jadi tidak keluar dari rel dan bisa dipertanggungjawabkan dengan baik," kata Aziz.

Komisioner Bawaslu, Rahmat Bagja mengungkapkan pihaknya menyambut baik adanya aplikasi pemantauan besutan HMI. Menurutnya apa yang dilakukan organusasi tersebut membuktikan bahwa kalangan mahasiswa peduli terhadap penyelenggaraan Pemilu.

"Sepanjang data tersebut tidak berat kanan dan kiri, sesuai pantauan, kita akan melihat kinerja pemantauan yang dilakukan pemantau mahasiswa. Mungkin lebih baik dengan pemantau lain yang sudah tingkat nasional," tutupnya.

sumber: akurat.co

0 komentar:

Posting Komentar