![]() |
| sumber: Google.com |
Kantor Menteri Perdagangan di geledah oleh Penyidik Komisi
Pemberantasan Korupsi ( KPK ) Enggartiasto Lukita. Penggeledahan ini guna
mengungkap buntut dari kasus dugaan suap yang menyeret anggota Komisi VI DPR
dari Golkar, Bowo Sidik Pangarso.
“ KPK melakukan kegiatan penggeledahan di Kantor Kementerian
Perdagangan di ruang Kementerian Perdagangan RI sejak pagi ini,” ucap KPK Juru
Bicara , Febri Diansyah, Senin (29/4/2019).
Menurut Febri, penggeledahan tersebut dilakukan untuk
pengembangan yang dilakukan penyidik dalam
kasus yang diduga suap tersangka Bowo. Penggeladahan ini masih berlangsung
sampai dengan saat ini. "Penggeledahan masih berlangsung," tandas
Febri.
Sebelumya, Bowo menerima suap dari Manajer Pemasaran Humpuss,
Asty Winasti, sebesar Rp89,4 juta, Rp221 juta dan 85.130 dolar AS.
Suap ini diberikan melalui rekan Bowo Pangarso, Indung. Bowo,
Asty, dan Indung sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK .
Dalam kasus Suap itu bertujuan agar Bowo Pangarso mempengaruhi
PT Pupuk Indonesia Logistik agar menyediakan pekerjaan distribusi pupuk.
Pekerjaan itu, sebelumnya sudah pernah dikerjakan PT Humpuss, tapi masa kerja
samanya sudah berakhir.
Kesepakatan antara PT Pupuk Indonesia Logistik dan PT Humpuss
untuk distribusi pupuk kemudian kembali terjalin. Tepatnya, setelah ada
penandatanganan MoU pada 26 Februari 2019.Suap diberikan agar Pupuk Indonesia
menggunakan jasa PT Humpuss Transportasi Kimia untuk diberikan pupuk.
Pada saat penangkapan Bowo, KPK menemukan uang total Rp8
miliar dalam 400 ribu amplop yang dibungkus 84 kardus.Uang itu terdiri dari
pecahan Rp20 ribu, Rp50 ribu, Rp100 ribu. KPK membelanjakan uang itu akan
dikenakan Bowo Pangarso untuk 'serangan fajar' dalam Pemilu 2019 kemarin.
sumber :akurat.co







0 komentar:
Posting Komentar