| Sumber: Viva.co.id |
Menurut Kepala Bagian Data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah, Iis Widya Harmoko mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati ketika beraktifitas karena cuaca ekstrem yang ada di Jawa Tengah kini dapat menyebabkan angin puting beliung dan hujan es.
Ia menyebutkan, beberapa waktu lalu sudah terjadi hujan badai yang terjadi di Kabupaten Demak, yang menumbangkan sedikitnya 26 pohon di sepanjang Jalan Pantura Demak-Kudus. Peristiwa itu juga merusak beberapa atap rumah.
"Ya salah satu contohnya di Demak kemarin. Kejadian yang lain, hujan es misalnya juga telah terjadi di Bojonegoro kemarin Sabtu," jelasnya.
Untuk angin puting beliung, ia menyebutkan terdapat beberapa tanda-tanda pasca terjadi diantaranya, satu hari sebelum udara pada malam hari hingga pagi hari terasa panas dan gerah. Umumnya, mulai pukul 10.00 pagi terlihat tumbuh awan Cumulus (awan putih berlapis-lapis).
"Diantara awan tersebut ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya dengan sangat jelas bewarna abu-abu menjulang tinggi seperti bunga kol. Selain itu, udara pagi hari sudah terasa panas serta cukup terik dan gerah," katanya.
Setelah itu, kata dia, akan terasa udara dingin di sekitar tempat kita berdiri. Rata-rata hujan yang datang pertama kali turun akan lebat secara tiba-tiba. Jika hujannya gerimis maka kejadian angin kencang terjadi jauh dari tempat kita.
"Jika 1-3 hari tak ada hujan berturut-turut selama masa pancaroba, maka ada indikasi potensi hujan lebat yang pertama kali turun akan diikuti angin kencang baik yang masuk dalam kategori puting beliung maupun yang tidak. Luasnya angin puting beliung berkisar 5-10 kilometer, " jelasnya.
Sedangkan untuk hujan es, lanjutnya, sering terjadi pada siang dan sore hari. Hujan es ditandai dengan udara dari pagi hingga malam terasa panas dan pengap. Hal itu disebabkan sedang terjadi pembentukan awan berlapis di atmosfer yang mengakibatkan terjadinya hujan es.
Selain itu, jika terdengar suara petir disertai hujan angin yang lebat dengan durasi yang singkat kemungkinan akan terjadi hujan es di daerah tersebut."Untuk itu dari BMKG mempunyai lima cara untuk menghadapi hujan es. Diantaranya, cari tempat berlindung, matikan alat komunikasi, jangan berlindung di bawah pohon, pengendara dianjurkan pakai helm dan jika sedang pakai mobil dianjurkan untuk keluar cari tempat berlindung," imbuhnya.
Kepala Badan Penanggulangan Daerah Bencana (BPDB) Jawa Tengah akan segera mengantisipasi kemungkinan adanya angin puting beliung dan hujan es. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Daerah Bencana kabupaten dan kota untuk mengantisipasi dual tadi."Kita tanggal 15 November akan melakukan rapat terkait hal itu dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana di Kota Solo," jelasnya.
Sumber:Akurat.co






0 komentar:
Posting Komentar