Pria ini Adalah Rian yang menjadi yang menjadi korban tikam temannya
sendiri yang bernama Pramono. Rian hampir saja meregang nyawa jika aksi yang di lakukan Pramono hendak menebas lehernya menggunakan celurit tidak dihentikan warga.
Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Pusat AKP Purwadi
mengaku, dalam insiden ini ada dua versi cerita yang berbeda yaitu dari korban dan pelaku.
"Kalau versi korban, pelaku tidak terima korban
menengahi masalah antara pelaku (Pramono) dengan saksi Rian," ucap dia
Rabu (31/10).
Ia menjelaskan, karena tidak senang masalah gadai hp
diikut campuri oleh korban, pelaku kesal dan terjadi baku hantam satu lawan
satu.
"Kemudian, keesokan harinya si korban saat itu lagi
duduk di jembatan Galur didatangi pelaku yang membawa celurit dan bersama
temannya yang bawa pedang langsung aniaya korban hingga luka dibagian kepala
dan pinggang," tutur dia.
Namun, cerita dari pelaku karena dirinya tidak terima
Riyan menipu rekannya bernama Roy sebesar RP. 800.000 untuk menebus hpnya yang
ada dipelaku.
"Jadi si Riyan ini yang terima uang gadai, si Roy
nangih ke pelaku 'mana hp gue, gue udah bayar ke Riyan'," ujar dia.
Merasa tak terima karena dibohongi, pelaku mencari korban di jembatan Galur. Tapi, sesampai di sana, pelaku dipukuli oleh korban dan
rekannya bernama Kayong hingga mengalami luka robek di jari tengah akibat
menangkis badik.
"Karena dendam, pelaku datangi korban seorang diri
yang sedang bersama kawan. Dia bawa celurit langsung aniaya korban kearah
kepala dan lengan kanan korban berkali-kali hingga korban berdarah dan pelaku
buang celurit tersebut di tempat kejadian," tukas dia.
Atas kejadian ini, pihaknya masih mendalami dan mencari
sejumlah saksi guna memastikan kronologis sebenarnya.






0 komentar:
Posting Komentar