![]() |
| sumber foto : akurat.co |
Destinasi yang bertemakan digital memiliki konsep wisata yang dipersiapkan
untuk generasi milenial dengan lebih banyak menyajikan tempat wisata yang sebisa mungkin unik dan
instagramable. Konsep tersebut telah diluncurkan oleh Kemenpar (Kementrian Pariwisata) Republik Indonesia yang telah bekerjasama dengan Generasi Pesona Indonesia (GenPi).
Hal yang diungkapkan oleh Menteri Pariwisata, Arief Yahya dalam Forum Group Discussion Millenials di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta Pusat, Kamis, (1/11).
Destinasi digital sendiri menjadi suatu kebutuhan yang
perlu dihadirkan di setiap destinasi wisata di Indonesia untuk para milenial.
Sebab, milenial sudah menjadikan media sosial sebagai bagian dari hidup mereka.
"Milenial itu hidupnya 70 sampai 80 persen bukan
hidup di alam nyata. Dia hidupnya di alam maya jadi susah terlepas dari medsos.
Makanya destinasi digital menjadi kebutuhan mereka para milenial yang melakukan
kegiatan wisata," jelasnya.
Alasan lainnya adalah, kebutuhan traveling kebanyakan
generasi milenial berbeda dengan dengan yang non milenial.
"Menurut Rhenald Khasali, milenial itu begitu karena
dia begitu. Dia kalau traveling bukan karena leisure (rekreasi) tapi karena
esteem. Esteem ini adalah kebutuhan untuk diakui. Ini menjelaskan mengapa
generasi milenial banyak ke tempat-tempat yang belum pernah dikunjungi orang
lain atau temannya, dia akan bilang 'gue bisa dateng ke situ, gue udah pernah
ke sana'. Lain halnya yang non milenial yang menjadikan traveling itu
leisure," tambah Menpar.
Oleh sebab itu, destiniasi digital akan memiliki pengaruh yang cukup besar dalam memberikan minat bagi
wisatawan generasi milenial untuk mengunjungi suatu tempat wisata di Indonesia.
Pengembangan destinasi digital sendiri masih terus dikembangkan oleh Kemenpar.
sumber: akurat.co







0 komentar:
Posting Komentar