![]() |
| Google.com |
Pemilik Aplikasi Facebook baru-bari ini telah menerapkan kebijakan baru yang akan memperketat.
Guna mencegah penggunaan paltformnya untuk aksi terorisme.Penggunaan fitur siaran
langsung dalam Facebook akan di perketat ke amanannya.
Vice
President Integrity Facebook, Guy Rosen, menjelaskan aturan tersebut akan
menutup akses fitur live streaming bagi akun-akun yang terbukti melanggar
kebijakannya.
"Mulai
hari ini, orang-orang yang melanggar aturan tertentu di Facebook, termasuk
kebijakan mengenai Organisasi dan Individu Berbahaya, akan dilarang menggunakan
Facebook Live," ujarnya melalui keterangan tertulis, Selasa (14/5).
Rosen
mengungkapkan, Facebook sebetulnya telah menerapkan aturan yang sama. Di mana
pengguna yang melanggar standar komunitas Facebook akan ditutup aksesnya selama
beberapa waktu.
Namun, ada
aturan baru ini akun yang melanggar aturan akan dilarang menggunakan Facebook
Live selama 30 hari.
"(Terhitung)
mulai dari hari pelanggaran mereka," jelasnya.
Facebook,
kata Rosen, berencana memperluas larangan itu ke area atau fitur lain beberapa
pekan ke depan. Seperti melarang pengguna yang melanggar untuk membuat iklan
dalam platformnya.
Pihaknya
berharap kebijakan tersebut dapat meminmalisir penyalahgunaan siarang langsung
di Facebook dan bisa membuat fitur itu diakses untuk kegiatan yang positif.
sebelumnya aksi terorisme yang terjadi di Selandia Baru ini sangat membuat para pengguna aplikasi FB muncul rasa takut atas kejadian yang tengah terjadi saat itu. Pelaku melakukan siaran langsung di Facebook ketika melancarkan aksi teror di dua Masjid di Christchurch pada 15 maret 2019 yang menewaskan 51 orang.
sumber: akurat.co







0 komentar:
Posting Komentar