| Google.com |
BPPTKG (Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi ) mengumumkan bahwa Gunung Merapi di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah telah mengeluarkan lahar panas.
Luncuran satu kali guguran lava pijar dengan jarak luncur 1.200 meter dan terpantau melalui CCTV sejak pukul 00: 00-06: 00 yang mengarah ke hulu Kali Gendol. pada Kamis (16/5/2019).
Menurut Kepala
BPPTKG Hanik Humaida menginformasikan satu kali guguran lava yang
"Selain
guguran lava, BPPTKG juga meminta tujuh kali gempa guguran dengan amplitudo
3-60 mm dengan durasi 20-120 detik," kata Hanik di Yogyakarta , Kamis
(16/5/2019).
Sementara
itu, hasil pengamatan visual segera kawah bertekanan lemah teramati putih,
sedang, tebal dan tinggi 10 meter di atas puncak kawah.
"Angin
di gunung itu lemah sampai ke arah tenggara dengan suhu udara 16-18,2 derajat
celcius, kelembaban udara 25-97 persen, dan tekanan udara 568,5-709 mmHg,"
katanya.
Hingga saat
ini, BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada Level II atau Waspada dan
untuk sementara tidak memerlukan kegiatan pendakian kecuali untuk keperluan
verifikasi dan penelitian yang terkait dengan mitigasi bencana.
BPPTKG juga menghimbau agar warga tetap tenang dan mempercayai informasi yang jelas dari sumbernya .






0 komentar:
Posting Komentar