| Google.com |
Berdasarkan data, pada 2017 kasus penyakit asma berjumlah
8.333 dengan angka kematian sebanyak 68. Sementara, pada 2018 pengidap penyakit
asma meningkat menjadi 12.332 kasus, 127 kasus diantaranya menyebabkan
kematian.
Obat asma jangka panjang antara lain Bronkodilator Beta
reaksi lambat (inhaler), obat minum Theophylline, dan injeksi anti alergi.
Sedangkan obat asma untuk reaksi yang cepat antara lain
Bronkodilator Beta reaksi cepat (terdapat dua jenis yaitu Nebulizer dan inhaler
portabel), kortikosteroid oral dan infus.
Apa yang harus dilakukan jika tiba-tiba terjadi asma?
- Jika ada penderita asma tiba-tiba bengek atau kambuh, lakukan tiga hal utama berikut.
- Segera keluarkan inhaler jenis pereda dan isap sebanyak 1 atau 2 kali.
- Duduk tenang dan cobalah bernapas secara stabil.
- Hisap inhaler kembali sebanyak 2 kali (atau hingga 10 kali jika diperlukan) tiap dua menit sekali.
Untuk mengatasi asma yang diderita, konsumsilah beberapa
jenis obat asma dengan bijak dan sesuai dengan anjuran dokter. Jika kondisi
asma memburuk dan diperlukan inhaler lebih dari yang dianjurkan dokter, segera
konsultasikan hal ini dengan dokter.
Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk
pertolongan pertama terhadap serangan asma, yang dikutip dari buku berjudul
“First Aid” karangan Stanley M Zildo, antara lain :
- Tenangkan penderita.
- Bantu penderita untuk duduk dan istirahat.
- Bantu penderita mengambilkan atau mencarikan obat.
- Biarkan penderita menggunakan obat inhalernya sendiri.
- Sebisa mungkin hindari penderita dari sumber alergi.
- Jika merupakan serangan pertama atau terlihat berkepanjangan, segera bawa layanan medis.
- Jika tidak sadar, segera bawa ke layanan medis.
- Jangan memaksa penderita untuk tidur terlentang karena penderita lebih nyaman dalam keadaan duduk.
- Jangan banyak bertanya pada penderita, karena biasanya ia sulit berbicara.






0 komentar:
Posting Komentar