| Sumber: Google |
Musim hujan kini sudah
merata di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). BMKG (Badan Meteorologi,
Klimatologi dan Geofisika) yang berada
di Stasiun Klimatologi Kupang, Apolinaris Geru.
Menurut Apolinaris mengatakan bahwa berdasarkan data yang
telah di terima, di daerah NTT sudah memasuki musim hujan dan bisa di nyatakan
musim hujan kali ini Rata di semua wilayah.
"Sebenarnya hingga saat ini, berdasarkan data yang
kami terima, hujan sudah merata di wilayah NTT. Semua Zona Musim NTT sudah
memasuki musim hujan," kata Apolinaris Geru di Kupang, Kamis (17/1/2019).
Dan menurut Kepala Pelaksana Badan Penangulangan Bencana
Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Timur, Tini Tadeus mengatakan para petani sawah
tadah hujan di provinsi berbasis kepulauan ini terancam gagal tanam karena
terbatasnya curah hujan dalam tahun 2018/2019.
"Hujan yang terjadi saat ini belum merata di seluruh
wilayah NTT dengan intensitas yang masih kurang, sehingga banyak lahan sawah
tadah hujan belum bisa diolah para petani," katanya.
Beberapa kabupaten yang curah hujannya masih kurang yaitu
Kabupaten Rote Ndao, Sabu Raijua, Pulau Sumba, Alor dan Kabupaten Kupang.
Menurut Tini, jika curah hujan yang terjadi masih
seperti saat ini maka ancaman bagi petani di daerah ini akan mengalami kegagalan.
Menurut Tini, Puncak musim hujan di NTT selalu terjadi
pada Januari, sehingga pada saat itu petani mulai menanam padi, namun karena
curah hujan yang rendah menyebabkan para petani belum mengolah lahan
persawahanya secara maksimal.






0 komentar:
Posting Komentar