follow me..


   

Jumat, 18 Januari 2019

Remaja Sering Berselisih, Apa penyebabnya?



Sumber: Google

Sering terdengar anak yang biasanya penurut, tiba-tiba berubah menjadi lebih ceriwis dan menjawab dilihat saat menjawab orang tua. banyak juga  Remaja yang mengalami perselisihan dengan keluarga. Tetapi, hal tersebut bisa dianggap wajar saja, selama tidak berdampak negatif bagi si anak dan keluarga.

 Masa remaja merupakan masa dimana anak mulai mencari jati dari dan pengalaman baru dari berbagai macam hal. Tapi, Seperti dikatakan oleh Psikolog Anak dan Pernikahan, Nadya Pramesrani. Banyaknya remaja yang suka berselisih dengan orangtua itu disebabkan karena remaja tersebut sudah beralih ke teman-temannya.

Dengan sering banyaknya berinteraksi di luar bersama temannya, mereka mulai mencerna pelajaran dari yang didapatnya di lingkungan sosial mereka.
Faktor terbesar yang mempengaruhi remaja adalah fase otak remaja yang sedang meningkat pemangkasan jaringan otak yang tidak terpakai, dan menguatkan jaringan yang tidak terpangkas.

 Hanya saja, fase pemangkasan ini berlangsung dari otak bagian belakang, baru lalu ke otak bagian depan.
Sementara itu, bagian  prefrontal cortex  yang mengatur kemampuan otak menganalisa bagian dari setiap tindakan, bergantung pada bagian otak yang paling akhir matangnya.

Selama proses menuju matang, maka otak remaja matang pada  Amygdala  Dimana ia dipercayai merupakan bagian dari otak yang terlibat dalam melakukan dan ingatan terhadap reaksi, dorongan impuls, agresi, untuk membuat keputusan dan menyelesaikan masalah.

Itu sebabnya remaja akan perlu untuk membantah dan mendebat, karena mereka masih meraba-raba dan belajar dari setiap tindakannya

"Artinya mereka terekspos dengan banyak hal yang berbeda, dengan kemampuan pikir remaja yang punya tahap perkembangan ketika mereka menemui perbedaan itu, belum tentu porses asimilasinya lancar. Antara value yang sudah punya di rumah dengan saya lihat di teman-teman saya. Itulah mengapa sering terjadi perselisihan dan pertengkaran atau perbedaan paham antara orangtua dan anak," bebernya.

Lantas, apa yang perlu dilakukan orangtua?

Menurutnya, hal yang harus dilakukan yakni dengan lebih melekatkan lagi hubungan antar anak dan orangtua.


sumber: akurat.co 

0 komentar:

Posting Komentar