follow me..


   

Jumat, 15 Maret 2019

Dugaan Penelantaran Pasien, DPRD Minta Dinkes DKI Tegur Pihak RSUD Cengkareng

Google.com
Ketua Fraksi Nasdem DPRD DKI Bestari Barus,  mengatakan Dinas Kesehatan Pemprov DKI harus segera menurunkan dengan menegakkan petinggi RSUD Cengkareng lantaran mengambil peka terhadap pasien yang benar-benar membutuhkan perawatan dan perawatan dokter.

Setelah Kasus Dugaan penelantaran pasien atas nama Nursiti Simbolon di Rumah Sakit Milik Pemerintah Provinsi DKI yaitu RSUD Cengkareng Jakarta Barat mendapat perhatian dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

"Saya kira itu (Dinkes) cek kembali pengurus RS-nya lebih sensitif terhadap hal-hal seperti ini," kata Beatari saat ditemui di Kawasan Sunter Jakarta Utara Kamis (14/3/2019).

Simbolon Nursiti Simbolon bermula saat sedang dilarikan RSUD Cengkareng pada Rabu (13/3/2019). Pasien merasa di telantarkan oleh pihak RS dengan alasan kamar perawatan sedang tidak ada yang lowong. Imbasnya pasien dibiarkan menunggu hingga 11 jam.

Sementara dokter lokal setelah memperbaharui situasi pasien sudah disetujui agar disetujui segera diterjemahkan.

"Wah enggak boleh itu. Seharusnya rumah sakit itu kalaupun dia tidak punya (kamar kosong), maka dia harus bisa membahas rumah sakit lain untuk segera difasilitasi," tegas Bestari.

Anggota komisi D DPRD DKI ini mengatakan bahwa pihak rumah sakit memerlukan Rumah Sakit milik Pemerintah dan tidak boleh mengizinkan praktik tebang pilih.

"Pelayanan itu enggak boleh tebang pilih, mana yang paling minta ya itu didahulukan," ucapnya.

Atas apa ayang menimpa Nursiti Simbolon ini selain meminta Dinkes DKI Jakarta  untuk menegur bawahannya Bestari juga berjanji akan mencari tahu itu langsung ke pihak RSUD Cengkareng .


sumber: akurat.co


0 komentar:

Posting Komentar