![]() |
| Google.com |
Selama kehamilan memang sangat penting untuk memperhatikan Kualitas kesehatan dan gizi sang ibu yang sedang mengandung. Tapi sayangnya, masih banyak sepertinya yang merasa kesulitan
untuk menjaga kualitas kesehatan dan khususnya pemenuhan gizi selama kehamilan.
Pernyataan ini dibuktikan Riset Kesehatan Dasar Kemenkes 2018, sebanyak 48,9 persen ibu hamil
di Indonesia mengalami anemia. Satu dari lima ibu hamil tercatat mengalami
kekurangan energi kronis. Tak hanya
itu, sekitar satu dari dua ibu hamil mengalami kekurangan asupan protein. Lebih
dari 50 persen ibu hamil mengalami kekurangan asupan zat besi, zinc, kalsium,
serta vitamin A dan C.
Menurut Dr. dr. Ali
Sungkar, Sp.OG (K) mengatakan, kekurangan nutrisi, gangguan saat kehamilan yang
tidak ditangani dengan baik, berpotensi memiliki pengaruh terhadap
janin.Seperti perkembangan janin tidak sempurna, berat janin kurang, kelainan
prematur, maupun bayi berat badan lahir rendah.
"Salah
satu cara penting penanganan kehamilan risiko tinggi adalah dengan memenuhi
kebutuhan nutrisi makro, dan mikro yang bervariasi," katanya kepada
AkuratHealth, saat acara Bicara Gizi Menghadapi Kehamilan Risiko Tinggi dari
Danone Indonesia, Jakarta Selatan, Selasa (17/9).
Menurutnya,
ibu perlu memastikan makanannya mengandung zat-zat gizi penting seperti
protein, karbohidrat, lemak, kalsium, zat besi, vitamin A, vitamin D, vitamin
B12, asam folat, dan iodine. Asupan nutrisi
yang baik pada masa kehamilan akan bermanfaat bagi si kecil secara jangka
panjang. Dimana hal tersebut bisa sampai berpengaruh menurunkan risiko sejumlah
penyakit kronis di masa dewasa anak, seperti hipertensi, diabetes, jantung, dan
berbagai penyakit lainnya.
Ia juga menegaskan, perhatikan nutrisi juga bukan hanya penting bagi anak, namun
juga ibunya. Dengan kondisi nutrisi yang baik.
Dengan menanggapi serius hal ini , tentunya dapat membantu menekan
angka kematian ibu di Indonesia yang sangat tinggi.
sumber: akurat.co







0 komentar:
Posting Komentar