follow me..


   

Jumat, 27 September 2019

Mahasiswa Tertembak, Presiden RI Didesak Copot Kapolri dan Kapolda Sulawesi Tenggara

Sumber: Google.com

Komisioner Ombudsman RI, Laode Ida menyesalkan tindakan represif dan brutal aparat kepolisian saat menangani aksi demonstrasi mahasiswa di Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra), sehingga mengakibatkan seorang Mahasiswa meninggal dunia.

"Mahasiswa itu dipastikan terkena timah panas yang keluar dari moncong senapan sang oknum polisi," kata Laode Ida dalam keterangannya, Jakarta, Jumat (27/9/2019).

Ia menyebutkan, tindakan brutal aparat kepolisian itu juha pernah terjadi saat menangani demo 21 dan 22 Juni lalu dan mengakibatkan sejumlah nyawa raib akibat terkena peluru tajam.

"Tetapi sangat disayangkan, pihak polisi seperti merasa tak berdosa, tak bersalah. Sehingga kelakuan seperti 21 22 juni lalu kembali diulang dalam demo mahasiswa yang masif di sejumlah penjuru tanah air," jelasnya.

Ia khawatir kematian Mahasiswa Kendari ini akan berlalu begitu saja tanpa ada investigasi dan sanksi yang tegas.

Oleh karena itu, ia berharap Presiden bersikap tegas memberikan sanksi pada pimpinan polri yang terus saja merasa nyaman terhadap korban jiwa manusia akibat tindakan brutal aparatnya.

Ia mendesak agar Presiden Joko Widodo memberikan sanksi yang tegas kepada para pimpinan Polri, yakni pertama, copot kapolri dan waka polri.

Kedua, ia meminta Jokowi copot Kapolda Sulawesi Tenggara dan kapolda-kapolda lain yang tindakannya begitu brutal tak manusiawi.

Ketiga, ia meminta Presiden Jokowi mengganti pimpinan polri yang layak pimpin Polri di ere demokrasi.

Keempat, evaluasi tugas dan kewenangan polri yang sudah terlalu berlebihan dan cenderung tak profesional.

Kelima, wujudkan tanggung jawab kemanusiaan terhadap keluarga korban kekeradan polisi.

Keenam, meminta Presiden Jokowi untuk mendengar tuntutan mahasiswa dan masyarakat luas.Tak paksakan lahirnya kebijakan yang bertentangan dengan aspirasi masyarakat.



sumber :akurat.co

0 komentar:

Posting Komentar